Waspada Kebocoran Gas
Monday, 06-Jul-15 15:22:41 WIB

Belakangan ini, kita sering mendengar berita kebakaran di perumahan, mal ataupun perkantoran. Ada dua hal yang paling sering menjadi penyebab kebakaran yaitu hubungan singkat (korsleting) arus listrik dan kebocoran gas. Bahkan belum lama ini kita dengar terjadi kebakaran di sebuah mal mewah di Depok, dan setelah diselidiki polisi ternyata penyebabnya adalah kebocoran gas di dapur sebuah tempat karaoke di sana. Kejadian seperti itu tentu saja merugikan secara material, serta sangat bisa mengancam nyawa banyak orang. Maka itu, alangkah baiknya jika kita mengetahui cara-cara mencegah kebocoran gas di dapur ataupun di lokasi lainnya yang memasang instalasi gas.

Instalasi gas yang baik untuk restoran, hotel, katering dan juga industri makanan lainnya sangatlah penting, karena sebagian besar peralatan restoran saat ini menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Keunggulan penggunaan gas dalam proses memasak, yaitu lebih cepat dalam proses masaknya, bersih, praktis, serta tabung gasnya mudah didapatkan di pasaran. Agar penggunaan gas bisa berjalan dengan optimal, tentu dibutuhkan instalasi gas yang baik, dan didukung oleh sistem keamanan yang mumpuni, untuk mencegah kebakaran, karena sifat dari gas sendiri yang mudah terbakar.

Faktor keamanan dalam pemasangan instalasi gas menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Kualitas pipa untuk saluran gas, peralatan keamanan tambahan dan regulator untuk menurunkan tekanan gas, harus sesuai dengan spesifikasi peralatan. Pipa besi yang digunakan adalah pipa seamless (tidak ada sambungan di dalamnya), schedule 40 dengan ketebalan minimal 4 milimeter, yang dipasang mulai dari tabung gas atau gas meter sampai ke area dapur dengan cara mengelas pipa.

Untuk instalasi di dalam ruangan dapat menggunakan blacksteel, sedangkan untuk di luar ruangan dan instalasi panjang sebaiknya menggunakan pipa carbon steel. Instalasi tersebut harus dilengkapi dengan regulator, pressure gauge sebagai penunjuk tekanan, alarm pendeteksi kebocoran, serta selenoid yang akan menutup gas secara otomatis apabila terdapat kebocoran.

Pada dasarnya, instalasi gas untuk restoran dan dapur komersial lainnya, terdiri atas tiga bagian instalasi, yaitu: instalasi sentral gas, instalasi pipa atau selang gas, dan panel kontrol & alarm gas detector. Instalasi sentral gas sangat dibutuhkan pada dapur yang bersifat komersial, seperti restoran, karena konsumsi gas yang besar setiap harinya pastilah membutuhkan tabung gas lebih dari satu buah. Jadi sebaiknya tabung gas terpisah dari area dapur. Karena kalau tabung gas diletakkan dekat dengan sumber api yaitu kompor, selain membuat ruangan terasa lebih sempit, juga lebih meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Instalasi sentral gas yang baik terdiri atas beberapa bagian, seperti tabung gas, valve tabung, pigtail house, valve, pressure gauge in, regulator high pressure, selenoid valve, alarm detector, pressure gauge out, dan valve bypass.

Lalu, instalasi pipa atau selang gas digunakan untuk menyalurkan gas dari sentral ke peralatan peralatan restoran yang ada di dapur, yaitu dengan memakai pipa besi. Jenis pipa besi yang digunakan adalah pipa seamless (tidak ada sambungan di dalamnya), schedule 40 dengan ketebalan minimal 4 milimeter. Teknik penyambungannya dengan cara dilas. Untuk di dalam ruangan dapat menggunakan blacksteel, namun untuk di luar ruangan dan instalasi panjang sebaiknya menggunakan pipa carbon steel. Ukuran diameter pipa harus disesuaikan dengan volume gas yang akan digunakan, dan bergantung pada banyaknya jumlah kompor, serta tekanan gas yang digunakan kompor tersebut.

Tekanan gas sendiri dapat terbagi menjadi tiga, yaitu tekanan rendah (low pressure), tekanan sedang (medium pressure), dan tekanan tinggi (high pressure). Low pressure adalah tekanan yang biasa dipakai pada kompor rumah tangga, oven atau kompor restoran yang tidak memerlukan api besar atau panas tinggi.

Dalam instalasi selang gas low pressure, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain pastikan menggunakan regulator dan selang gas yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI); pastikan menggunakan selang pengaman (protector) agar terhindar dari gigitan tikus; pastikan tidak ada kebocoran sebelum digunakan; dan kondisi selang gas harus dicek secara berkala. Jika sudah ada tanda-tanda seperti retak karena kering, mekar karena cipratan air atau minyak, maka sebaiknya segera diganti. Akan lebih baik jika menggunakan selang yang sudah di-press dengan nepel langsung oleh pabrikasi dengan jenis selang yang lebih kuat dan dilapisi kawat baja.

Sedangkan, medium pressure adalah tekanan sedang untuk kompor kecil, namun memerlukan kecepatan dan panas yang lebih tinggi. Dan, high pressure adalah tekanan tinggi untuk kompor yang memerlukan api besar dan panas yang tinggi. Untuk tekanan gas yang sedang dan tinggi ini tidak diperkenankan menggunakan selang gas meteran dan klem selang, karena klem selang sangat mudah lepas, sehingga memudahkan terjadinya kebocoran gas.

Pada instalasi terakhir yakni instalasi panel kontrol & alarm gas detector; panel kontrol tersebut dirangkai dengan selenoid yang ada di sentral gas, dan alarm detektor kebocoran gas yang berada di titik-titik keluarnya aliran gas (pada kompor dan peralatan restoran lainnya yang menggunakan gas). Panel kontrol ini berfungsi memutuskan aliran listrik ke selenoid apabila terjadi kebocoran gas. Panel ini dapat juga dihubungkan dengan panel gas induk alarm dari mal atau panel alarm kebakaran (mcfa) untuk memberi informasi letak tenant yang mengalami kebocoran gas, agar ia segera mematikan aliran gas sentral gedung. Setelah instalasi selesai dilakukan, tes tekanan menggunakan gas nitrogen sebesar 10 kg/cm selama dua sampai tiga hari untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam instalasi yang tersebut.

Dari cara-cara instalasi gas yang sudah dipaparkan di atas, tidak kalah pentingnya kalau kita juga melakukan perawatan (maintenance) berkala, yakni dengan memperhatikan kondisi selang gas dan memeriksanya secara berkala, melakukan tes rutin terhadap komponen-komponen safety panel gas, dan memperhatikan kebersihan exhaust filter dan ducting.

Ada beberapa tanda selang gas yang sudah tidak baik lagi, yang bisa menunjukkan apakah selang itu perlu diganti atau tidak, yaitu selang gas terlihat retak di bagian ujung atau tengahnya, klem selang sudah karatan, selang pengaman sudah rusak, dan selang gas sudah mekar karena seringnya kontak langsung dengan cipratan minyak.

Sementara, ada empat tes yang bisa dilakukan terhadap komponen safety panel gas, yakni tes kondisi safety panel, tes selenoid valve, tes alarm dan koneksinya kepada selenoid, dan tes sensor alarm. Kemudian, sebaiknya filter exhaust dibersihkan setiap hari, dan ducting dibersihkan setiap enam bulan sekali, untuk menghindari minyak yang mengumpul di filter dan exhaust ducting. Karena minyak yang banyak bisa menjadi bahan yang mudah terbakar.

(Disalin ulang dari Foodservice Today edisi cetak, 69 - April 2015)