Varian dan Manfaat Minyak Goreng
Monday, 02-Feb-15 03:07:32 WIB

Minyak Alpukat

Berasal dari hasil proses ekstraksi buah alpukat yang kaya akan Vitamin E, Omega 3 dan 6 serta lemak esensial. Minyak berwarna kehijauan ini diakui mampu melindungi sisten kadiovaskular karena kaya asam oleat yang mampu menghambat penyerapan kolestrol serta trigliserida ke dalam aliran darah. Pemakaian minyak alpukat saat memasak dapat memperkecil kemungkinan timbulnya radikal bebas karena titik didihnya yang lebih tinggi yakni 217° C jika dibandingkan minyak zaitun. Selain untuk menggoreng, minyak alpukat juga dapat digunakan sebagai pengoles roti, pengganti mentega saat membuat kue, bumbu dan untuk memanggang.

Minyak Canola

Canola adalah spesies tanaman rekayasa genetik Brassica napus yang dikembangkan di Kanada. Brassica napus atau yang biasa dikenal dengan sebutan rapeseed ini merupakan anggota keluarga biji moster (mustard). Minyak hasil rekayasa ini diyakini memiliki kandungan Omega 6, Omega 3 serta mengandung kadar lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) dan ganda (polyunsaturated fat) yang tinggi sehingga mampu mengurangi kadar kolestrol darah. Meski begitu, ada pula beberapa pendapat yang beranggapan minyak Canola memiliki tingkat glikosida yang tinggi sehingga mampu menghambat fungsi enzim dan metabolisme makanan.

Minyak Jagung

Jenis minyak ini adalah hasil ekstraksi dari benih jagung (maize). Berdasarkan penelitian, komoditas pangan yang biasa digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan beberapa margarin ini ternyata lebih cepat menurunkan kolestrol dibandingkan minyak zaitun. Minyak jagung mampu mengurangi kadar LDL, jenis kolestrol jahat hingga 11%, sementara minyak zaitun hanya menurunkan sekitar 3,5%. Bahan pangan yang mengandung lebih banyak zat fitosterol daripada minyak zaitun itu lebih ditujukan untuk fungsi memasak, di mana titik suhu yang tinggi membuatnya menjadi minyak goreng yang bernilai. Selain untuk menggoreng, minyak jagung juga dapat digunakan ketika menumis serta menjadi pelengkap salad Anda

Minyak Wijen

Hasil ekstraksi biji-biji wijen ini telah digunakan sejak 600 SM sebagai symbol status sosial. Warna minyak wijen dimulai dari kuning pucat hingga cokelat kekuningan. Warna yang lebih gelap berasal dari hasil panggangan biji wijen sebelum proses ekstraksi. Minyak tersebut memiliki bermacam-macam manfaat bagi tubuh seperti mencegah penyumbatan darah, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah tinggi, memelihara kesehatan usus dan rongga mulut. Selain itu, bahan pangan ini juga bermanfaat dalam memperkuat aroma dan rasa makanan melalui keharuman minyaknya. Inilah alasannya mengapa hidangan khas Asia seperti Cina, India, Thailand, Taiwan, Korea dan Jepang sering menggunakan minyak wijen dalam proses memasak. Namun, perlu kami ingatkan bagi orang yang anti kacang-kacangan untuk menghindari minyak ini karena bisa memicu reaksi alergi.

Minyak Herbal

Merupakan jenis minyak zaitun yang mengandung resapan suatu ramuan atau kombinasi herbal, rempah-rempah dan bumbu. Minyak herbal dapat digunakan untuk memasak, perawatan tubuh hingga kesehatan. Dalam hal pemakaian untuk memasak, bumbu seperti bawang putih dan cabe sering ditambahkan di dalamnya. Anda juga bisa membuat minyak herbal sendiri dengan menempatkan berbagai macam jenis tanaman herbal, bumbu dan rempah-rempah dalam botol minyak seperti zaitun. Minyak yang bersifat lembut dan panas ini biasanya ditempatkan dalam suhu yang hangat.

Minyak Biji Bunga Matahari

Sejak abad ke-19, biji bunga matahari telah dimanfaatkan sebagai sumber penghasil minyak. Biji bunga matahari memang terkenal akan kandungan lemak tak jenuh tunggalnya yang dapat membantu menurunkan kolestrol jahat LDL dan meningkatkan kolekstrol baik HDL. Selain itu, biji bunga matahari mengandung asam klorogenat, Vitamin E, Vitamin B1, mangan, magnesium, tembaga, selenium, fosfor, vitamin B3 dan B5 serta folat sehingga memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh seperti melindungi syaraf, mengurangi risiko diabetes dan kanker, serta kaya antioksidan. Minyak yang baik digunakan untuk menggoreng, pengental dan campuran salad ini juga kaya akan asam linoleat dan 25% asam oleat yang baik bagi kesehatan.