Useful & Helpful Kitchen Equipment
Tuesday, 23-Sep-14 09:35:53 WIB

Dewasa ini, menikmati wine sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern khususnya yang tinggal di Jakarta. Di kota ini restoran yang menyajikan wine cukup beragam dan salah satunya adalah J. House Restaurant and Wine. Restoran yang berlokasi di Jl. KH Mas Mansyur Kav. 24, Jakarta ini telah berdiri pada Maret 2013 lalu.

Berbeda dengan restoran lainnya, restoran di bawah PT Mitra Putera Indonesia ini mengedepankan wine education yang memberikan informasi kepada pengunjung bagaimana proses membuat wine, mengetahui wine berkualitas, dan cara menikmatinya. Tak heran, bila masuk ke dalam restoran ini, Anda akan melihat lukisan skema proses pembuatan wine.

Tak hanya menyediakan seribu koleksi wine tetapi juga memberikan program wine for food pairing. “Dalam buku menu ada petunjuk mencocokkan menu makanan dengan tipe wine untuk informasi bagi orang awam,” ujar Uyung Al Wazir, Executive Chef J. House Restaurant and Wine.

Restoran ini menyajikan beragam menu internasional, baik Perancis maupun Italia. Namun ke depannya, menu Indonesia akan segera dimasukkan dalam menu. Dari sekian macam menu makanan, hidangan grilled maupun roasted banyak peminatnya. Oleh karena itu, pria asal Padang, Sumatera Barat ini membutuhkan perangkat serbaguna yang bisa membantu memasak dengan cepat dan praktis.

Combi oven merek Fagor tipe COE-061 pun menjadi perangkat masak pilihannya. “Combi oven itu panasnya tepat dan konsisten, kita bisa steam, roast dan steam roast,” jelasnya. Menurut Uyung, di dalam sebuah dapur komersial terdapat golongan perangkat dasar yang meliputi kompor, griddle, broiler dan lainnya dan perangkat pendukung yang termasuk combi oven. “Kalau hanya punya perangkat dasar saja, hasil makanan tidak maksimal,” ungkapnya.

Uyung memberikan contoh memasak steak. “Steak kalau sudah di-grill harus diistirahatkan dulu selama 3 menit agar jusnya tidak keluar. Sebelum disajikan cukup dipanaskan kurang dari satu menit di dalam combi oven dan ini sangat menunjang. Jadi tidak perlu di-grill lagi karena akan membuat daging menjadi keras dan kering,” jelasnya.

Fagor COE-061 merupakan combi oven asal Spanyol yang ditenagai oleh listrik dan berkapasitas 6 rak dengan tray tipe GN 1/1. “Dalam satu tray bisa memanggang steak 10 porsi,” ujarnya. Untuk pengoperasiannya, combi oven ini memiliki panel kontrol yang mudah diakses.

Perangkat ini sering dioperasikan Uyung untuk grill atau roast daging dan ayam, serta steam ikan. Temperatur combi oven ini mampu mencapai 3000C, namun Uyung mengaku jarang menggunakan hingga temperatur tersebut. “Umumnya pakai 1850C untuk memanggang ayam dan daging, kalau ikan cukup 1750C,” ucapnya.

Perangkat ini dilengkapi standar keamanan berupa sistem “warning” dan “error light” yang berfungsi memperingatkan pengguna apabila oven ini mendeteksi adanya kesalahan ataupun malfungsi.

Combi oven ini cukup mudah dibersihkan. “Membersihkannya mudah sekali. Combi oven ini setiap hari dibersihkan cukup steam selama 40 menit, kotoran di dalamnya sudah luntur. Tapi kalau kotorannya sulit dibersihkan biasanya pakai chemical,” jelasnya.

Selama memakai combi oven, Uyung mengaku tidak pernah mengalami kendala maupun kerusakan. Hanya saja dalam pengoperasian pada panel kontrol perlu hati-hati, karena salah penggunaan akan merusak tombol tersebut. “Kontrol pad-nya sensitif, dulu waktu saya bekerja di Kamboja pernah pakai combi oven dan rusak bagian tombolnya karena menekan dengan kuku sehingga cepat terkelupas, apalagi penggunaan di dapur itu sering sekali,” ucapnya.

Di penghujung percakapan Uyung menambahkan bahwa keberadaan combi oven di dalam dapur komersial sangat menunjang. “Buat saya combi oven ini usefull dan helpful,” tutupnya.

Chef Uyung Al Wazir

Executive Chef J.House Restaurant and Wine

Pria bernama lengkap Uyung Al Wazir ini telah mengarungi dunia foodservice lebih dari dua dekade. Kariernya bermula sejak menjadi First Cook di restoran Yunani, Jakarta tahun 1992. Pria penggemar diving dan bulu tangkis ini pernah bekerja di beberapa restoran dan hotel di Jakarta dan Bali.

Untuk menambah pengalaman memasaknya, Uyung—sapaan akrabnya—memberanikan diri untuk merantau ke Kamboja dan bekerja sebagai Head Chef di Amansara Resort. Jenjang kariernya semakin menanjak saat dirinya bekerja di Amangalla Resort di Sri Lanka sebagai Executive Chef. Namun tak lebih dari 4 bulan, dirinya melepaskan jabatannya. “Di Sri Lanka sepi karena kondisinya kurang aman akibat adanya pemberontak Macan Tamil,” kenangnya.

Kondisi tersebut tidak membuatnya patah arang. Posisi Executive Chef kembali diraihnya saat bekerja di Waterfront Airport Hotel & Casino, Cebu, Filipina. Selama 5 tahun bekerja di sana, Uyung berhasil membimbing timnya mendapatkan medali emas untuk kategori fruit carving dan cake pada kompetisi hotel dan restoran yang diadakan dua tahun sekali di Filipina.

Sekembalinya ke Indonesia pada tahun lalu, Uyung didaulat oleh PT Mitra Putera Indonesia sebagai Executive Chef di J. House Restaurant and Wine. Masih dalam satu manajemen, Uyung pun dipercaya kembali sebagai Executive Chef (opening team) Le Mieux Dine & Wine yang rencananya segera launching akhir Agustus tahun ini. (BAP)