Sistem POS (Point of Sale), Lebih Praktis dan Minim Kesalahan
Wednesday, 25-Mar-15 10:37:24 WIB

Di berbagai pusat jual beli barang atau jasa, sistem keuangannya biasa dikerjakan dengan sistem komputer. Sistem komputer tersebut digunakan mulai dari awal pembelian hingga penjualan barang dan jasa. Ternyata, sistem tersebut ada banyak macamnya dan tak hanya digunakan untuk menangani sistem keuangan saja. Sistem komputer yang biasa disebut Point of Sales (POS) ini juga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Contoh berbagai penyesuaian tersebut antara lain perhitungan jumlah barang menurut skala beratnya, seperti di toko cemilan dan permen, atau menurut jumlah barang seperti yang biasa kita temui di toko barang retail.

Dalam sejarahnya, system POS komersial pertama diciptakan di IBM pada tahun 1973. Di saat itu, sistem POS yang digunakan masih cukup sederhana. Satu komputer utama digunakan untuk mengontrol 128 sistem yang digunakan. Di saat itu, penggunaannya masih bersifat lokal dan sedikit mengingat sistem ini baru diluncurkan. Pada tahun 1974, sistem ini digunakan secara komersial di beberapa toko di New Jersey, Amerika Serikat.

Salah satu sistem yang kemudian dikembangkan untuk industri hospitality dibangun oleh William Brobeck and Associates. Restoran pertama di seluruh dunia yang menggunakan sistem ini adalah McDonald’s pada tahun 1974. Sistem ini digunakan dengan kode angka untuk tiap menu yang dipesan, lalu mesin tersebut akan menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan, kurang lebih sama prinsipnya dengan yang biasa digunakan di mesin kasir pada umumnya. Perhitungan pajak restoran juga ditambahkan ke dalam mesin sesuai dengan peraturan pemerintah. Beberapa komputer disambungkan pada satu sistem data utama dengan satu opsi yang disebut Manager Mode, sehingga saat satu perangkat rusak, sistem data utama tetap akan mem-back-up data di perangkat tersebut.

Sistem POS untuk industri hospitality terus berkembang sejak saat itu. Pada tahun 90-an, sistem tersebut mulai dapat digunakan di Microsoft Windows. Dengan begitu, penggunaannya dapat menjadi lebih praktis dan fleksibel. Sistem POS ini sudah bisa dikategorikan sebagai sistem POS modern. Sistem POS modern haruslah memenuhi kriteria cepat dan tepat pengoperasiannya, konsisten, mudah digunakan, dapat dikontrol dari mana saja, berbiaya rendah, dan juga fungsional.

Kini, ketika semua sistem telah dikendalikan oleh internet, sistem POS pun memasuki era kecanggihan cloud computing. Cloud computing merupakan sistem di mana setiap data bisa disimpan dan dibagi bersama, juga bisa diakses setiap pihak yang bersangkutan dengan sistem selama ia berada di jaringan internet. Teknologi ini jelas mempermudah sistem POS karena bisa diakses di mana saja. Selain itu, POS juga bisa diaplikasikan sebagai “system as a service” sehingga meminimalkan penggunaan kertas, yang berarti mengurangi limbah. Selain itu sistem ini juga mempersingkat waktu dan menghemat pengeluaran apalagi di restoran-restoran besar. Sebagai ilustrasi, seorang pramusaji dapat dibekali dengan sebuah perangkat seperti handphone atau tablet untuk mencatat pesanan pengunjung. Hanya dengan ujung jari, pesanan bisa langsung sampai ke dapur untuk segera dibuatkan.

Secara umum, sistem POS di restoran berisi register, komputer, dan perangkat peripheral. Sama seperti sistem POS pada umumnya, guna utamanya adalah untuk mengurusi keuangan, seperti mengawasi penjualan, mengurusi pegawai serta gajinya, serta membuat data akuntasi dan pembukuan.

Dalam teknologi yang kini marak digunakan, register yang merupakan perangkat untuk mencatat pesanan adalah sejenis komputer yang banyak berbentuk touch screen. Register tersebut tersambung dengan server utama (store controller atau central control unit). Dari sini, pesanan bisa disampaikan ke dapur, masuk ke dalam data pusat, dan dapat disambungkan ke server lainnya. Data ini juga dapat dimonitor dan disambungkan ke printer. Di restoran fast food, register ini terdapat di meja pemesanan. Di restoran drive thru kurang lebih sama, namun penempatannya yang berbeda.

POS sistem ini juga diimplementasikan ke industri makanan yang lebih besar. Bahkan banyak pula fitur-fitur menarik yang ditambahkan seperti fitur food safety.