Sayuran Segar Nan Menyehatkan
Wednesday, 25-Mar-15 04:00:07 WIB

Jika dahulu makanan sehat identik dengan empat sehat lima sempurna, kini gaya hidup sehat, terutama gaya hidup organik, identik dengan memaksimalkan konsumsi sayuran. Bahkan gaya hidup vegan, dengan kata lain tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali, menjadi satu pilihan populer yang konon menyehatkan. Lidah Indonesia yang akrab dengan cita rasa pedas atau spicy memang identik dengan sayuran yang dimasak. Namun khasiat kebanyakan sayur sesungguhnya akan lebih terjaga bila dimakan tanpa proses pemanasan. Tidak hanya daun-daunannya, umbiumbian hingga akar pun memiliki kandungan gizi yang tidak mainmain.

Berikut ini beberapa sayuran yang kerap digunakan pada masakan western.

Alfalfa sprout

Sayuran ini termasuk ke dalam sayuran tunas. Kandungan gizi yang ada di dalamnya cukup tinggi. Secangkir alfalfa sprout mengandung 1,3 gram protein. Selain itu, sayuran ini juga kaya akan kalsium, vitamin K dan vitamin C. Karena sayuran ini adalah sayuran tunas, diperlukan pencucian yang seksama sebelum mengolahnya. Sayuran ini dapat digunakan sebagai campuran salad ataupun isian sandwich.

Arugula

Dikenal pula dengan nama lain daun roket. Daunnya mirip seperti daun dandelion dan rasanya cukup kuat dan segar. Karena rasanya yang khas, daun ini dapat ikut menyedapkan masakan. Selain sebagai salad, daun ini dapat digunakan dalam pasta, risotto, pesto, salsa dan sup. Daun ini memiliki pula khasiat afrodisiak di samping kandungan vitamin A dan C. Bahkan, sayuran ini merupakan satu sumber terbaik vitamin K.

Bit

Bit mempunyai cerita panjang karena sudah dibudidayakan sejak masa prasejarah. Sayuran ini berasal dari kawasan Mediterania. Pada awalnya, bit ditanam untuk diambil daunnya saja. Namun, karena kandungan gulanya yang tinggi, umbi bit menjadi bagian tanaman yang lebih bernilai komersial. Umbinya dapat dimakan sebagai sayuran atau salad. Selain itu, bit dapat pula digunakan sebagai pewarna alami.

Taro

Taro adalah umbi yang sangat populer, terutama dalam dessert. Umbinya berukuran besar dengan tekstur dan rasa yang berpati. Rasanya manis, namun khas dan berbeda dengan rasa umbi-umbian lainnya. Warnanya berkisar antara putih hingga merah muda. Selain dibuat dessert, taro juga dapat diolah seperti kentang. Misalnya, dibuat keripik atau kari. Taro kaya dengan kalsium, vitamin C, E dan B, serta mineral.

Swiss Chard

Sayuran ini dikenal juga dengan nama silver beet. Daunnya berwarna hijau gelap mengkilap, dengan tulang daun berwarna putih. Selain itu, ada pula varian dari swiss chard dengan tulang daun berwarna merah. Sayuran ini biasa dipakai untuk masakan Mediterania. Gunakan swiss chard yang daunnya tidak layu dan batangnya kokoh. Sayuran ini kaya dengan vitamin B12, asam folat, potassium, vitamin A, C dan K, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Parsnip

Parsnip adalah sayur musiman yang tumbuh di musim dingin. Umbi parsnip memiliki bentuk seperti wortel. Aromanya cukup kuat dan berempah. Gunakan parsnip yang berukuran kecil hingga sedang, karena jika terlalu besar, bagian tengahnya terlalu keras. Umbi ini dapat digunakan dalam sup atau ditumbuk sebagai side dish. Parsnip juga dapat digunakan untuk salad, namun harus diiris tipis-tipis karena teksturnya yang keras. Tumbuhan ini kaya karbohidrat dan mengandung vitamin C, kalsium, serta zat besi.