NamNam, Kenikmatan Cita Rasa Street Food Vietnam yang Menggoyang Lidah
Friday, 24-Apr-15 11:46:21 WIB

Makanan di pinggir jalan (street food) seringkali disukai banyak orang. Selain harganya yang lebih murah, ada beberapa makanan yang rasanya tidak kalah dengan yang di restoran. Di Indonesia, makanan “jalanan” berupa mie ayam, bubur ayam, bakso, siomay, batagor, nasi goreng, dan sebagainya. Street food tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain, termasuk Vietnam. Itulah yang menginspirasi chef Nam Q Nguyen untuk membuka sebuah restoran bernama NamNam di Singapura.

Sejak berdiri di sana pada 15 Oktober 2012, restorannya telah popular di kalangan masyarakat dan turis (termasuk dari Indonesia) di sana. Sementara, cabang pertama NamNam di Indonesia dibuka secara resmi pada 31 Januari 2015, dan berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK).

“Di Singapura, NamNam termasuk dalam Les Amis Group Singapura; salah satu grup bisnis restoran yang besar di sana. Untuk di Indonesia, mereka joint business dengan PT Triputra Multicitra Internasional. Perusahaan itu yang mengurusi cabang-cabang NamNam di Indonesia,” kata Dinno Lokollo, Manajer Operasional NamNam Noodle Bar.

NamNam mengangkat nostalgia akan jalanan di Vietnam pada masa lalu, yang tercermin dari desain interiornya. Kursi dan mejanya terbuat dari kayu, ada rak kecil di atas meja sebagai tempat menaruh saus, kecap, bumbu lainnya, serta sendok dan sumpit. Tampak depan restorannya adalah kaca-kaca bening persegi empat, yang pada atap di atasnya terdapat logo restoran yang bergambar seorang lelaki yang memakai caping khas Vietnam sedang makan mie di mangkuk yang besar. Logo itu juga tergantung di pinggir pintu masuknya. Karena “dikelilingi” kaca-kaca, maka orang-orang yang berada di luar restoran dapat melihat ke dalamnya.

Ya, melihat para pengunjung restoran yang sedang asyik makan. Apalagi pada jam makan siang atau malam, restoran ini selalu penuh pengunjung. Bahkan, pihak pengelola tidak mengizinkan adanya reservasi tempat terlebih dulu, karena animo penikmat makan yang besar terhadap restoran ini.

“Dari awal buka di sini, kami sudah happening. Kalau masuk Sabtu-Minggu, untuk lunch dan dinner itu sudah waiting list. Sampai kami tidak terima reservasi, saking ramainya. Bisa sampai 400 orang yang datang dalam sehari kalau weekend. Bahkan di hari biasa (weekdays), tidak terima reservasi juga, karena jumlah pengunjung kan tidak bisa diprediksi,” jelasnya.

Luas restoran yang buka setiap hari ini adalah 150 m2, yang sudah termasuk luas restoran dan dapurnya. Restoran ini terdiri atas tiga lantai, lantai basement adalah kantor pengelolanya, lantai satu adalah restoran dan open kitchen-nya, dan lantai selanjutnya untuk central kitchen yang menyiapkan bahan-bahan setengah jadinya. Alasan adanya open kitchen atau bar counter di sana adalah supaya para pengunjung bisa melihat proses pembuatan makanannya secara langsung.

Kapasitas tempat duduk (seating) di restoran ini adalah 93 kursi yang terbagi dalam beberapa bentuk desain meja (meja bar, meja panjang tinggi, meja rendah kecil dan meja rendah panjang). Meja kayu yang rendah kecil bisa digunakan 4-5 orang; sedangkan yang lebih panjang, bisa dipakai untuk 6-8 orang. Jarak antar mejanya rapat, namun tetap tersusun rapi. Kalau pengunjung datang dalam rombongan besar masih bisa terakomodasi, tapi karena tidak adanya sistem reservasi jadi harus bersedia menunggu agak lama, atau masuk waiting list dulu semisal restoran sedang ramai.

Yang juga menarik adalah dekorasi lampu, yang dari jauh tampak seperti lampion, berwarna kuning-merah. Bentuk lampu tersebut seperti bunga lotus. Lalu, ada juga lukisan tangan asli dari dari Vietnam. Beberapa aspek seperti itu yang mengentalkan atmosfir Vietnam-nya. Pelayannya pun berciri khas dengan memakai seragam warna hijau dan ikat kepala.

“Desain interiornya sesuai dengan restoran NamNam di Singapura, namun yang di sini ada elemen-elemen baru dan lebih halus. Kami memakai perusahaan desain interior dari Indonesia, Metaphor Interior Architecture, tapi berdasarkan panduan dari sana,” terangnya.

Perbedaan dari restoran NamNam di Singapura dengan di sini adalah di sana pengunjung melayani dirinya sendiri (self-service), seperti di restoran fast food, dan bayar lebih dulu. Sedangkan di Indonesia, pengunjung langsung duduk, memesan kepada pelayan, kemudian makanan diantarkan dan bayarnya belakangan. Konsep NamNam memang sebagai restoran casual dan quick service.

Walaupun terinspirasi dari street food, tapi makanan di restoran ini telah dimodifikasi supaya lebih nikmat bagi kalangan menengah atas. Tampilannya pun berkelas, dengan mangkuk besar dan sudah di-garnish. Keaslian rasa juga berusaha dipertahankan agar tetap sesuai dengan rasa makanan yang dijual di Vietnam sendiri. Chef Nam memang mendesain menu yang sederhana, sehat, dan “pas” untuk dompet para pengunjung.

“Makanan kami lebih otentik dari (restoran Vietnam) yang lain, karena banyak bahan bakunya yang impor dari Vietnam, termasuk sausny, biji kopi dan teh. Makanan kami juga halal, karena menu pork (yang ada di Singapura) sudah diganti dengan chicken dan beef di sini. Makanan kami tidak memakai MSG. Kalau mau tambah gurih, pengunjung bisa menambahkan sendiri dengan saus-saus yang sudah disediakan di meja,” imbuhnya.

Menu yang menjadi favorit pengunjung restoran ini terbagi atas beberapa kelompok, yakni untuk banh mi adalah “Sautéed Lemongrass Beef, Cream Cheese, Beef Floss”; kemudian untuk Hanoi pho adalah “Pho Beef Combination” dan “Pho Wagyu Beef Slices”; kalau untuk mie yang lain ada “Quang Style Egg Noodle”.

Selain itu, restoran ini juga menyediakan makanan kecil (snack) untuk appetizer, seperti “Fresh Southern Rolls with Prawn, Fresh Herbs, Peanut Sauce”, dan “Crispy Fried Prawn & Chicken Rolls”. Lalu, ada Viet desserts favorit yakni “Fruit Cocktail, Pineapple, Jackfruit, Lychee, Crushed Ice”, dan “Chilled Dried Longan, Lotus Seeds, Water Chestnut, Seaweed Dessert”. Dan, yang jadi minuman unggulan di sana adalah “Viet Iced Coffee with Condensed Milk”, dan “Freshly Pressed Sugarcane Juice with Kaffir Lime Leaves”.

Kisaran harga yaitu banh mi (Rp39–Rp58 ribu), Hanoi pho (Rp58-Rp130 ribu), mie yang lain (Rp58-Rp. 110 ribu), small plates (snack) (Rp20–Rp38 ribu), Viet dessert (Rp25–Rp58 ribu), dan minuman (Rp15–Rp40 ribu).

“Sejauh ini respon konsumen terhadap makanan kami oke-oke saja. Kami akan terus berkembang di Indonesia, dan pada akhir Mei nanti kami akan buka cabang kedua di Plaza Indonesia, dan dalam tiga tahun ke depan kami berencana membuka 5-6 cabang lagi,” ujarnya.

 

 

NamNam Noodle Bar

Ruko Crown Golf, Blok D No. 21-23

Jalan Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Jam Operasional: Setiap Hari, Pukul 11.00-23.00