Menjaga Relasi
Tuesday, 14-Apr-15 10:23:16 WIB

Dalam mempromosikan usaha jasa boga di awal berdiri, ada banyak cara yang dapat ditempuh. Cara-cara tersebut bisa melalui pameran, brosur, atau yang kini ramai di era informatika, media sosial. Akan tetapi, ada pula satu promosi yang sederhana namun amat efektif, yakni promosi dari mulut ke mulut. Promosi tersebut dapat dipastikan menguntungkan, karena yang melakukannya adalah klien yang puas.

“Tadinya memasak hanyalah suatu hobi. Para owner katering pun biasanya memulai usaha katering dari hobi saja. Saking tidak punya kesibukan, 28 tahun lalu saya iseng membuat donat kentang. Tidak pernah terpikir bagi saya dahulu kalau saya akan menjadi pengusaha bidang jasa boga, apalagi karena latar belakang saya ibu rumah tangga. Yang membesarkan katering saya hingga seperti ini adalah teman-teman saya,” ucap Ayu Mulyadi, S.H., pemilik Topaz Ayu Catering sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI).

Omongan dari mulut ke mulut mengenai suatu produk dapat menjadi satu awal sebuah bisnis. Seorang ibu rumah tangga yang sekedar iseng memasak untuk dirinya sendiri dan keluarganya tanpa sadar bisa menjadi seorang pengusaha katering apabila orang lain mendengar kenikmatan makanannya lalu ikut memesan kepadanya. Tentunya yang bekerja dalam promosi jenis ini adalah mutu dari produk yang ditawarkan, bukan dari taktik-taktik pemilik usaha untuk mempromosikan sendiri usahanya.

Hal yang paling penting untuk dilakukan pertama kali tentunya mendapatkan klien yang potensial. Di sini, kreativitas adalah modal utama agar usaha jasa boga dilirik. Jika klien dapat melihat keunikan dan mutu yang ada di produk jasa boga, tentunya dia tak segan-segan mempromosikan produk tersebut ke orang lain.

“Kreativitas adalah kunci utama yang membuat produk kita dilirik orang lain. Misalnya, dulu saya membuat kue ulang tahun dari donat yang disusun-susun ketika semua kue ulang tahun di masa itu berbentuk kue tar saja. Dari sanalah usaha saya berlanjut,” kata Ayu memberikan contoh.

Lalu, apalah arti usaha promosi dari mulut ke mulut kalau klien tidak ada? Makanya, hubungan yang baik dengan klien harus dipelihara demi mendapatkan umpan balik yang baik. Selalu bersikap baik terhadap setiap klien dan memastikan klien mendapatkan apa yang mereka mau adalah kunci dari umpan balik yang menyenangkan.

“Awal mula saya benar-benar menerima order katering harian adalah ketika teman-teman saya yang merupakan diplomat muda di Departemen Luar Negeri ingin bertemu di rumah saya. Ketika mencicipi masakan saya, mereka langsung suka dan ingin saya memasak untuk Deplu. Dari pertama kali menerima 110 pesanan, kini katering saya sudah menerima 22.600 pesanan di berbagai tempat mulai dari Deplu, DPR, Istana Negara, dan kini merambah pula ke katering pabrik,” cerita Ayu.

Jika promosi dari mulut ke mulut dirasa memang efektif, bukan berarti inovasi-inovasi berhenti dilakukan. Klien akan senang melihat perkembangan usaha jasa boga kita, dengan begitu mereka akan semakin tertarik dengan produk yang kita berikan.

Inovasi yang dapat dilakukan antara lain memperluas target pasar. Jika terpaku pada satu jenis pasar, maka inovasi yang akan dilakukan tidak terlalu banyak karena orang akan cenderung puas jika sudah menerima hal yang baik. Memberikan hal yang baik memang bagus, tetapi akan lebih bagus lagi jika kita dapat memberikan yang benar-benar terbaik.

“Dengan memperluas target market, kita akan banyak belajar. Dari katering untuk kelas high-middle high, saya merambah ke katering pabrik, termasuk pabrik sepatu Nike. Untuk menyiapkan katering tersebut, ada perubahan sistem yang dilakukan di pabrik saya. Saya sampai melakukan studi banding ke Cina untuk melakukan perubahan sistem agar bisa memperluas target pasar ini. Akan tetapi, sebenarnya misi saya adalah untuk mengabdi. Saya ingin karyawan-karyawan pabrik ikut mencicipi makanan dari katering saya,” jelas Ayu.

Selain itu, hal yang harus dilakukan adalah konsisten dalam menjaga mutu produk. Dapur yang ada harus memenuhi standar food safety. Oleh karena itu, katering membutuhkan sertifikat keamanan dan menerapkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).

“Dapur Topas Ayu yang terbaru memang masih dibangun di Cibitung. Akan tetapi, ketika nanti selesai di bulan Mei 2015, dapur ini sudah bersertifikasi. Usaha jasa boga adalah hal yang sangat sensitif. Jika dalamnya saja sudah tidak bagus, maka ke depannya akan sulit untuk dijalankan,” tutup Ayu yang memiliki moto hidup cinta kasih terhadap sesama ini.