Mengenal Jenis Yoghurt dan Cara Penyimpanannya
Friday, 08-Feb-13 09:01:01 WIB

Yoghurt dikonsumsi oleh manusia sejak 4500 tahun yang lalu dan ditemukan secara tidak sengaja ketika susu sapi disimpan dalam tas kulit kambing oleh bangsa Bulgar hingga susu berubah menjadi kental akibat kontaminasi bakteri liar pada tas kulit kambing tersebut. Seiring perkembangan industri pangan, kini manusia mampu memproduksi yoghurt dengan aneka bentuk, rasa dan aroma. Selain rasanya yang asam segar, manfaat kesehatan juga mejadi alasan utama masyarakat untuk mengkonsumsinya. Namun yoghurt yang rusak tidak akan memberikan manfaat bagi tubuh. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai yoghurt, pada edisi kali kami menghadirkan ulasannya dari beberapa narasumber, berikut ulasannya.

“Yoghurt yang dikonsumsi saat ini memiliki beberapa kriteria antara lain, set yoghurt, strirred yoghurt, drinking yoghurt, frozen yoghurt dan concentrated yoghurt,” jelas Sri Nurfiani, General Manager Production PT. Yummy Food Utama. Perusahaan lokal yang berdiri sejak tahun 1988 - PT. Yummy Food Utama menyuplai kebutuhan soft cheese dan yoghurt untuk kebutuhan industri foodservice maupun retail. “Industri foodservice seperti hotel, restoran dan cake shop biasanya membutuhkan yoghurt dengan tipe set yoghurt, stirred yoghurt dan drinking yoghurt,” ujar wanita yang akrab disapa Yani ini.

Selain dapat langsung dinikmati, yoghurt juga bisa diolah menjadi aneka hidangan. “Yoghurt bisa dibuat aneka hidangan, set yoghurt sering dipakai untuk membuat cold cheese cake, stirred yoghurt bisa dijadikan bahan dressing untuk salad dan drinking yoghurt bisa dibuat untuk smoothies,” terang Yani. Selain plain, saat ini yoghurt memiliki beberapa rasa buah hingga ditambahkan potongan buah maupun puree buah. Seperti aneka rasa pada yoghurt Yummy yang tersaji dengan aneka rasa buah, seperti jeruk, strawberry, mulberry, peach dan blueberry dan masih banyak lagi.

Yoghurt dibuat dari susu yang difermentasikan oleh bakteri asam laktat seperti Bifidobacteria, Lactobacillus Acidophilus atau L. Casei. Disamping itu, yoghurt juga ditambahkan bakteri probiotik untuk kesehatan pencernaan. Karena yoghurt ini berbahan dasar susu yang mengandung lemak dan protein serta kadar air yang tinggi, maka produk ini rentan terkontaminasi bakteri pathogen (bakteri yg menimbulkan penyakit pada tubuh).

Lebih lanjut Yeni menjelaskan, untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran yoghurt mulai saat dibuat, dikonsumsi hingga disimpan, hal-hal yang diperhatikan antara lain:

1. Pada pabrik pengolahan yoghurt, kebersihan ruangan dan peralatan harus bersih dan steril. Begitu juga dengan para pekerjanya yang menggunakan pakaian khusus bahkan clean room/ air dengan filter dibutuhkan untuk membersihkan udara dari kontaminan bakteri, jamur dan yeast.

2. Gunakan yoghurt sesuai kebutuhan pilih kemasan kecil atau besar. Jika yoghurt sudah dibuka dari kemasan segera habiskan atau simpan segera dalam chiller bersuhu 1-5°C maksimum selama 3-7 hari.

3. Peralatan yang kontak langsung dengan yoghurt semisal sendok harus disterilkan dahulu dengan steam atau air mendidih selama 5-10 menit.

4. Yoghurt harus dihindarkan dari sinar matahari dan tidak boleh disimpan dalam suhu ruang karena bakteri baik dalam yoghurt mudah rusak pada suhu tinggi. Selain itu, yoghurt tidak boleh disimpan dengan telur yang belum disanitasi karena bakteri dari kulit telur dapat menempel pada kemasan yoghurt dan mengkontaminasinya.

5. Yoghurt tidak boleh disimpan dalam freezer karena bahan dasarnya berupa susu dapat pecah dan merusak yoghurt.

6. Pastikan memilih yoghurt yang dijual dalam chiller karena masih terkandung bakteri probiotik hidup.

Kenali Ciri Produk Yoghurt Yang Telah Rusak

ND. Kartika, Research & Development PT. Bukit Baros Cempaka

baik itu alami maupun buatan dan ada juga yoghurt tanpa bahan pengawet. “Yoghurt tanpa pengawet hanya bertahan 2 minggu dan kalau pakai pengawet alami bisa bertahan 3-4 bulan, tapi tetap harus disimpan dalam chiller,” terang Tika sapaan akrabnya.

Produk ini memang tergolong makanan yang mudah rusak dan tidak dapat dikonsumsi lagi. “Kalau yoghurt yang rusak bisa ditandai dari bentuknya yang menggumpal, kemasan menggelembung, bau asam yang kuat, bintik-bintik hitam atau warna lain yang dihasilkan kapang,” jelas Tika. Jika Anda mendapatkan yoghurt dengan ciri tersebut sebaiknya segera dibuang karena menyebakan food illness jika dikonsumsi.