Kiat Sukses Berbisnis Katering Bagi Pemula
Wednesday, 25-Mar-15 10:34:49 WIB

Katering kerap menjadi salah satu pilihan bagi para pebisnis. Banyak yang menganggap bahwa usaha makanan tidak pernah mati. Terlebih jika Anda mampu menyajikan hidangan lezat dan khas di dalam usaha katering dan tentu saja itu menjadi nilai tambah. Namun bagi pemula modal itu saja tidak cukup karena perlu memperhatikan beberapa aspek sebelum terjun ke dalam bisnis ini.

Memulai suatu pekerjaan tentu dimulai dari niat. “Usaha katering ini kan bermula dari niat dan tekad serta keahlian di bidang kuliner,” ungkap Siti Djumiadini, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) DKI Jakarta.

Sebelum menyelami bisnis katering setidaknya memiliki gambaran jenis katering yang akan dijalankan. Pengusaha di bisnis katering ini terbagi menjadi dua yakni pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan besar.

Usaha katering bagi perusahaan besar umumnya telah memiliki konsep yang matang, mulai dari menentukan jenis katering, target market dan strategi promosi. Untuk merealisasikan itu semua, mereka sudah mempersiapkan modal awal yang besar. Jenis katering yang dijalankan melayani industri seperti pertambangan dan maskapai penerbangan.

Namun bagi pengusaha katering level UKM tidak membutuhkan modal awal besar. Jenis katering yang dilakoninya berupa katering rumahan, katering kantoran dan katering acara khusus seperti pernikahan. “Level UKM mungkin modal beberapa puluh juta sudah bisa beroperasi. Biasanya permulaan usaha ini dengan menjajaki produk karena memiliki keunggulan dan akhirnya diterima orang-orang,”ujarnya. Setelah berjalan dengan bagus otomatis bisnis katering ini berkembang dan mereka bisa menentukan konsep katering. “Jadi menentukan konsep bukan dari awal kecuali usaha katering level perusahaan besar,” tambahnya.

Untuk usaha katering level UKM modal yang dibutuhkan meliputi perangkat memasak, ruang dapur, ruang bahan-bahan makanan dan tentu saja uang. Anda bisa membeli perangkat memasak atau menyewanya jika modal terbatas. Untuk mengurangi biaya dapat memanfaatkan rumah sebagai kantor dan dapur tetapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua rumah tinggal diizinkan sebagai tempat usaha.

Seperti bisnis umumnya, katering pun membutuhkan manajemen dan keterampilan organisasi bisnis yang baik agar mencapai kesuksesan. Ketika bisnis katering sudah berjalan dan mulai mendapat banyak pesanan, acap kali manajemen keuangan kurang diperhatikan pengusaha katering yang masih awam. “Ibarat di rumah tangga kita harus bisa memilah pos-pos pengeluaran biaya. Kadang-kadang kelemahan manajemen yakni mereka suka mencapur dana bisnis dengan kepentingan pribadi. Hal ini jangan dilakukan,” tegas Setiono, Kepala Bidang Organisasi Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) DKI Jakarta.

Banyak orang menganggap bahwa keuntungan dalam bisnis katering menggiurkan dibandingkan bisnis foodservice lainnya. Beberapa alasannya karena tidak terlalu bergantung dengan tempat usaha yang strategis seperti restoran dan pegawai yang dibutuhkan pun tidak banyak sepanjang tahun seperti restoran karena katering ini bisa dikatakan bisnis musiman. Tetapi apakah sesederhana itu? “Manajemen itu tergantung pribadi, bila menggampangkan ya maaf saja jika rugi. Banyak teman-teman pengusaha katering tanpa modal sudah bisa buka katering. Hati-hati itu jebakan, kita tidak tahu 3-4 bulan ke depan harga bahan-bahan pokok dan lainnya naik,” urainya.

Melihat kasus ini, Setiono pun memilik siasat dalam menyiasati perubahan harga bahan makanan yang tidak menentu. “Triknya misalkan bulan ini kita ada beberapa acara, saya akan panggil supplier dan saya bayar untuk satu bulan dengan catatan harga sesuai dengan yang kemarin,” terangnya.

Bila memungkinkan sebaiknya segera mendirikan badan usaha untuk katering seperti membuat perseroan terbatas (PT) maupun perseroan komanditer (CV). Membentuk badan usaha akan memudahkan menggaet konsumen perkantoran.

Kemudian setelah bisnis katering berjalan jalinlah hubungan baik dengan siapa pun. Seperti halnya menjaga hubungan baik kepada pelanggan bahkan kompetitor. Bagaimana pun Anda perlu mengetahui standar harga yang ditetapkan kompetitor agar tercapai harga yang pas.