Investasi untuk Hasil yang Memuaskan
Wednesday, 04-Feb-15 02:30:53 WIB

Untuk menghasilkan espresso yang nikmat, ternyata tidaklah mudah walaupun Anda sudah menggunakan mesin pembuat espresso hebat sekalipun. “Dibutuhkan biji kopi yang baik, roasting yang baik, kandungan air yang baik, barista yang handal dan barulah mesin kopi yang hebat,” ungkap Muhammad Aga Barista Tanamera Coffee.

Tanamera Coffee yang berlokasi di Thamrin City Office Park AA 07 saat ini cukup ramai dibicarakan. Karena tidak hanya menyajikan kopi yang nikmat, penggunaan mesin Slayer V3 pun mampu menjadi daya tarik coffee shop yang launching pada tanggal 24 Januari 2014 ini. “Kita pilih Slayer V3 karena owner memang benar-benar serius di bisnis kopi. Tidak hanya Slayer, kita juga pilih Diedrich untuk mesin roasting agar dapat menghasilkan biji kopi yang berkualitas,” ungkap pria yang akrab dipanggil Aga ini.

Bagi Aga yang pernah menggunakan beberapa mesin pembuat espresso, seperti Piston, San Remo, Nuova Simonelli, dan lain-lain. Slayer memberikan tantangan yang besar baginya agar dapat menyajikan espresso yang nikmat dan sesuai dengan lidah orang Indonesia. Selain itu dari segi variable menurutnya mesin asal Amerika ini lebih sulit digunakan dibandingkan mesin kopi lainnya, lebih sensitif karena sistem kalibrasi yang berbeda dari mesin kopi lainnya, serta proses ekstraksi yang berbeda pula. “Saya merasa tertantang menggunakan Slayer dan belum pernah sekalipun menggunakannya hingga menyajikan kopi ke pelanggan menggunakan Slayer. Mesin kopi ini sangat spesial, apalagi produksinya dibuat secara handmade. Cara kerjanya pun manual, bisa dialihkan menjadi semi otomatis. Walaupun pemakaiannya susah, tetapi memang mesin tidak bohong,” ungkap Aga saat diwawancara di Tanamera Coffee.

Berbicara mengenai cara kerja manual, Slayer memang tidak melengkapi mesin kopinya dengan layar LCD layaknya mesin-mesin pembuat espresso modern lainnya. Otomatis operasionalnya pun harus menggunakan perasaan dan latihan terus menerus. “Teman-teman (barista Tanamera coffee) ini sebelumnya juga belum pernah pakai Slayer, alhasil kita belajar bersama sambil buka youtube, buka situs resmi Slayer, email mereka dan tanya distributor resmi Slayer di Indonesia (PT Sukanda Djaya),” ungkap Aga.

Awalnya Aga dan para barista Tanamera menggunakan pengaturan manual dalam mengoperasikan Slayer. Hanya saja hasilnya pun berubah-ubah, karena tiap baristanya melakukan pre infuse yang berbeda. “Pengaturan manual membuat rasa espresso berubah-ubah sangat signifikan, bahkan untuk perbedaan waktu pre infuse sedikit saja. Akibatnya pelanggan pun bingung, dan mereka jadi punya favorit barista masing-masing. Dan itu tentunya tidak baik bagi bisnis,” ungkap Aga.

Alhasil Aga mengganti sistemnya dengan semi automatic, agar hasilnya selalu sama. Dia pun tidak melakukan kalibrasi parameter, melainkan kalibrasi testing note. “Kalau menggunakan kalibrasi parameter hasilnya akan berubah-ubah. Kalau parameternya sama tetapi biji kopinya berbeda-beda, maka hasilnya pun akan berbeda pula. Jika menggunakan testing note, walaupun parameter berbeda tapi hasil akan tetap sama,” ungkap Aga menjelaskan. Efeknya adalah kopi yang digunakan untuk testing note setiap hari cukup banyak, mencapai 1,5 Kg kopi untuk 3 jenis kopi yang ditawarkan. “Walaupun banyak tapi ini demi menjaga konsistensi. Toh speciality coffee itu memang mahal,” dalihnya sambil tertawa.

Untuk fitur-fitur lainnya, Aga pun memuji fitur steam yang dimiliki Slayer. Karena lebih enak penggunaannya. “Rata-rata latte artist sangat suka menggunakan steam Slayer, karena sangat halus. Kita juga bisa memainkan suhu steam, ingin lebih lambat atau lebih cepat. Tapi tidak mempengaruhi suhu air panas pada main boiler,” ujar Aga menjelaskan. Pada boiler, Slayer juga memiliki pengatur suhu di tiap-tiap group head, 4 boiler yang terdapat di masing-masing group head, satu untuk steam dan satu main boiler.

Sedangkan penggunaan air, Tanamera memakai air galon dan tidak menggunakan air gedung. Karena air dilokasi sekitar Tanamera memiliki tingkat TDC (Total Dissolved Solids) tinggi. “Jika pakai filter kemungkinan ganti catridge lebih sering dan biaya pun jadi lebih tinggi. Makanya kita pakai air galon saja,” ungkap Aga. Yang menarik lainnya dari Slayer menurut Aga adalah, Anda bisa memesan tampilan luar sesuai dengan keinginan. Baik dari warna body, tuas steam dan lain-lain.