Gas Brick Pizza Oven untuk Pizza Klasik yang Sempurna
Tuesday, 30-Sep-14 09:57:37 WIB

Demi mendapatkan kualitas yang sempurna, tidak tanggung-tanggung chef William Di Nardo yang merupakan Director of Culinary Dolce Moovina sengaja mendatangkan produsen pizza oven dari negara asalnya, Italia. Para teknisi sengaja berkunjung ke Jakata untuk merancang Gas Brick Pizza Oven di restoran Moovina yang berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Tak tanggung-tanggung, Chef William yang merasa peralatan yang aslilah yang bisa menghasilkan cita rasa sebenarnya. Maka para teknisi dari perusahaan Forni Ceky sengaja datang untuk membuatkan brick pizza oven yang sama seperti digunakan di Ocha & Bella, hanya saja mesin di sini tidak menggunakan bahan bakar kayu, melainkan gas. “Menggunakan kayu tentunya akan menghasilkan aroma yang lebih enak, sayangnya pembakaran dengan kayu menghasilkan asap yang banyak. Pihak mal tentu tidak akan mengizinkan adanya asap di dalam ruangan, karena akan memicu alarm kebakaran,” ungkap chef William.

Walau begitu, Chef William paham betul menggunakan oven pembakaran kayu tentunya akan menjadi daya tarik lebih untuk memancing pelanggan datang. Karena itu, chef William mencari akal bagaimana menghasilkan kualitas dan rasa yang sama antara pizza yang dihasilkan dengan pembakaran kayu atau dengan gas. “Walaupun dengan gas, saya tetap bisa mendapatkan hasil yang sama seperti menggunakan kayu,” ungkapnya bangga.

Bagian dalam Gas Brick Pizza Oven sengaja dibuat menggunakan batu bata khusus yang berasal dari Italia, karena dapat menyimpan panas dengan baik. “Karena di saat Anda membuat pizza, Anda menginginkan suhu serta sirkulasi udara panas yang dapat bekerja dengan baik. Chamber harus lebih besar, tetapi jangan terlalu besar karena sirkulasi udara akan hilang. Bagian pintu dirancang tidak terlalu besar, karena dari sanalah udara keluar,” tuturnya menjelaskan.

Oven batu bata ini bisa menciptakan lebar di bagian dalam yang mencapai 100 cm, dan mampu menampung 4 hingga 5 signature pizza Moovina (Thin Crust Pizza dan Napolitan Style Pizza) dengan ukuran masing-masing 33 cm. Dengan alat ini memasak pizza hanya butuh waktu 2 menit saja, karena suhu panasnya yang sanggup mencapai 350oC.

Untuk pemeliharaan, chef William mengandalkan pengalamannya dan merasa tak pernah direpotkan oleh oven yang satu ini. Hal ini disebabkan karena pembakarannya yang menggunakan gas, bukan kayu yang menghasilkan debu dan arang, sehingga tidak ada residu sama sekali. “Sesekali kami membersihkannya, karena terkadang pizza yang dibuat tidak matang dengan sempurna dan terkadang adonannya rusak, atau terlalu cepat memindahkannya. Yang paling penting adalah menjaga saluran pembuangan udara tetap bersih. Mungkin terkadang thermocouple rusak, tetapi dengan garansi hingga 30 tahun saya tidak terlalu khawatir,” ungkap chef William sambil tertawa.

Sedangkan untuk batu biasanya diganti setelah penggunaan 30 tahun. Hanya saja oven batu ini semakin sering digunakan justru akan semakin kuat. Sebaliknya, apabila jarang digunakan maka oven akan dingin sehingga menghasilkan kelembaban yang akan merusak batu. “Ini memang agak sedikit tricky, untuk itu saat malam staf saya menutup pintu oven sehingga panasnya tidak hilang dan terhindar dari udara lembab,” ungkapnya lagi.

Sistem pengoperasiannya pun mudah, saat memulai restoran biasanya para staf Moovina akan menghidupkan mesin dan dipanaskan terlebih dahulu selama 30 menit. Setelah itu oven bisa digunakan seharian. Membersihkannya pun hanya menggunakan metal brush dan kain lap, maka kotoran pun hilang.

William Di Nardo

Director of Culinary Moovina

Lahir pada tanggal 21 Maret 1981 di sebuah kota kecil yang bernama Somma Lombardo, terletak di luar kota Milan, William Di Nardo semasa kecilnya sangat tertarik dengan makanan. Layaknya keluarga Italia lainnya, memasak dan makan bersama keluarga ditemani dengan minum wine telah menjadi ritual mingguan di keluarganya. Pada saat itu William terkadang sering membantu sang Ibu di dapur. Hingga umur 15 tahun, William memilih untuk sekolah memasak di Genova, Italia. Untuk menambah pengalaman, dia pun bekerja di beberapa restoran lokal di Italia, mulai dari pekerjaan mencuci dan memotong kentang.

Dengan bermodalkan ambisinya yang kuat selama perjalanan karir ke beberapa belahan penjuru dunia, kini William didaulat sebagai Director of Culinary Ocha & Bella dan Moovina. Restoran ini menyajikan cita rasa masakan khas Italia di tengah-tengah kota Jakarta. William menghadirkan resep homemade yang simple dan fresh dengan rasa Italia yang begitu kental.