Food Stylist, Sang Penggugah Selera
Monday, 09-Feb-15 02:56:16 WIB

Anda mungkin sering terpikat dan tergiur hanya melihat foto-foto hidangan di media cetak maupun video iklan produk makanan dan minuman di televisi. Semua itu tidak lepas dari jasa seorang food stylist yang mampu menata sebuah hidangan sehingga tampil cantik dengan daya seni tinggi yang dimilikinya. Namun, rupanya banyak orang yang tidak mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya profesi food stylist tersebut.

Untuk menjawab rasa keingintahuan seputar food stylist maka pada edisi kali ini, tim Foodservice Today (FST) berkesempatan mewawancarai Puji Purnama, salah seorang food stylist ternama di Indonesia. “Seperti make up artist dan hair stylist yang biasa make up wajah dan rambut, food stylist urusannya adalah memvisualisasikan makanan yang ada dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk print adv, video, film, majalah,” jelas pria kelahiran 42 tahun silam ini. Puji telah 15 tahun lebih menggeluti bidang food styling di bisnis iklan komersial Indonesia. Sebagai food stylist, Puji memiliki misi untuk banyak membantu industri pangan dan resto yang sedang berkembang untuk menampilkan visualisasi produk jualannya agar lebih menggiurkan dan membangkitkan minat pembeli.

Jika dilihat dari segi kebutuhannya, food stylist terbagi menjadi beberapa jenis. “Food stylist itu ada dua jenis yaitu still life dan motion. Still life dibutuhkan unruk media cetak, karena hasilnya berupa foto, sedangkan motion hasilnya berbentuk video dan dibutuhkan untuk iklan televisi,” terang pria asal Palembang ini. Lebih lanjut ditambahkan Puji bahwa industri food stylist ke depannya akan semakin dibutuhkan industri pemasaran, advertising, dan film.

Keahlian seorang food stylist belum tentu dimiliki seorang chef yang mampu memasak dengan nikmat dan menyuguhkannya dengan cantik untuk disantap. Karena kedua profesi ini memiliki keahlian tersendiri. Seorang food stylist harus mengerti teknik memasak dan teknik mempertahankan makanan tersebut tetap cantik untuk difoto maupun difilmkan, sedangkan seorang chef hanya menyuguhkan hidangan untuk dikonsumsi.

“Karakter makanan-makanan itu lebih cepat berubah, karena kecenderungan masakan yang kelihatan enak itu didapat pada saat makanan baru selesai dimasak, masih mengilap, masih fresh, kelihatan enak. Tapi, kalau sudah terlalu lama mulai tidak menggairahkan,” ujar pria yang mendapatkan banyak pengalaman teknik memasak dari sekolah kuliner Le Cordon Bleu di Perancis dan Italia (Apicius). Karena itu, berbagai treatment perlu dilakukan agar hidangan tetap cantik untuk difoto maupun difilmkan. “Misalkan bikin es krim kalau pakai asli untuk foto cepat meleleh kena panas lampu untuk foto dan video, nah kita harus cari penggantinya seperti shortening (mentega putih),” ungkap Sarjana Boga (Home Economic), IKIP Jakarta tersebut.

Namun menurutnya, kini treatment non food tidak banyak dipakai olehnya, karena karakter makanan tersebut tidak muncul setelah difoto maupun difilmkan. Maka tidak heran jika Puji sering menggunakan bahan makanan asli untuk proyeknya, seperti menggunakan kangkung sebanyak satu mobil pick-up hanya untuk satu produk iklan. Kemampuan fotografer sebagai tim juga diperhitungkan, karena harus mampu memfoto produk makanan asli dengan cepat dan berulang kali dengan hasil yang baik. Profesi food stylist bekerja secara team work yang melibatkan fotografer, creative director, production house dan advertising agency.. Namun menurut food stylist sekaligus food consultant yang pernah menjadi redaktur di sebuah majalah boga ini, menangani food styling untuk restoran biasanya team work-nya lebih sederhana dibandingkan dengan proyek food styling untuk iklan media cetak dan media televisi.

Saat ini Puji sudah banyak menangani food styling dari berbagai produk makanan maupun restoran seperti Es Teler 77, Café Tamani, Resto Kembang Gula, Pizza Hut, Unilever (Blue Band, Royco, Walls, Tara, Skippy, Knorr, Bango), Bogasari (Bimoli, Simas, Indomie, Indomeiji), Nestle (Maggi, Nescafe, Milk Maid, Carnation), Kraft, Mc Donald’s, Dunkin Doughnut, ABC (kecap, sirup, saus, mie), Suba Indah (Farm House, Marjan, Sunquick), Ajinomoto dan masih banyak lagi. (BAP)