Cara Tepat Memilih Gelas Wine
Wednesday, 25-Feb-15 02:40:43 WIB

Wine diidentikan sebagai minuman untuk kalangan kelas atas dan mengandung nilai prestise yang tinggi. Padahal bila dirunut lebih dalam, wine memiliki karakter yang kompleks sehingga minuman ini memiliki nilai lebih dibanding minuman lainnya. Di negara asalnya, wine memiliki karakter yang berbeda, baik itu dari segi aroma, body, rasa maupun after taste.

Karakter yang khas ini juga ditunjang dengan penyajiannya. Salah satu elemen penting dalam penyajian wine terletak pada pemilihan gelasnya. Gelas untuk wine bukan lagi sekedar media untuk meminum wine. Lebih dari itu, gelas memiliki pengaruh besar dalam hal menjaga karakter dan aroma wine.

“Gelas wine adalah media yang kita gunakan untuk mengenali karakter wine tersebut. Istilahnya media yang memudahkan kita untuk mengenali wine tersebut adalah gelas wine,” ujar Bram Bintoro, Sommeliere PT Dimatique International.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pentingnya gelas wine ini sama hanya setingkat di bawah jenis anggur yang digunakan. “Kalau dibilang penting menurut saya penting juga karena kalau kita salah memilih gelas maka kita tidak mendapatkan rasa atau karakter yang sebenarnya dari wine tersebut. Jadi urutannya pertama kualitas grape yang dipakai, baru setelah itu yang kedua gelas yang digunakan,” ujar Bram.

Senada dengan Bram, Ismail Salim, Sommeliere dari J House Wine ini juga menganggap gelas wine memiliki peran khusus dalam hal menjaga karakter dari wine itu sendiri. “Gelas memiliki pengaruh dalam hal mempertahankan aroma dan karakter wine. Rasa mungkin tidak terlalu signifikan tetapi aroma yang banyak berpengaruh,” ujar Ismail.

Untuk itu perlu pemilihan gelas untuk wine harus disesuaikan dengan jenis wine yang digunakan. Gelas untuk red wine, pasti akan berbeda dengan gelas untuk white wine. Begitupula dengan rose wine, gelas yang digunakan harus sesuai dengan karakter wine tersebut. Belum lagi bila menyebut asal wine, salah menggunakan gelas, siap-siap wine akan kehilangan karakternya.

Untuk gelas red wine biasanya memiliki bentuk gelas yang lebih besar dan cembung ke bawah. Hal ini dimaksud agar aroma dan karakter wine tersebut dapat cepat dikenali. Gelasnya pun juga memiliki kaki yang lebih tinggi, yang berfungsi menambah kesan elegan dari red wine tersebut. “Saat swirling ditaruh di gelas yang kecil maka kaki langitnya tidak kelihatan, dan mengurangi sisi elegannya,” jelas Ismail.

Berbeda dengan red wine, ukuran gelas untuk white wine biasanya lebih kecil dengan kaki gelas yang tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan white wine memiliki karakter yang lebih soft dibanding red wine yang kompleks. Begitu pula dengan sparkling wine, biasanya gelas yang digunakan lebih shape dan tinggi, ini dimaksud untuk menjaga bubble atau sparkling yang ada.

Beda varietas anggurnya juga berbeda dalam jenis gelas yang digunakan. Seperti pada Bordeaux Glass, biasanya untuk semua red wine Bordeaux dan juga semua red wine dari negara lain terutama yang mempunyai anggur jenis Cabernet sauvignon, Merlot ataupun Sangiovese. Bordeux Glass memiliki bentuk cembung namun lebih ramping.

Sedangkan untuk Burgundy Glass biasanya untuk wine dari daerah Burgundy Perancis atau wine yang menggunakan grape Pinot Noir. Burgundy Glass ini juga memiliki bentuk yang cembung besar dengan sisi atasnya yang lebih kecil.

Namun untuk gelas white wine biasanya digunakan untuk semua jenis white wine. Dan untuk Champagne flute biasanya digunakan untuk Champagne atau sparkling wine. “Tetapi umumnya orang Indonesia mengenal 4 jenis yaitu Bordeaux Glass, Burgundy Glass, White Wine Glass dan Champangne Flute,” ujar Bram.

Gelas wine juga memiliki 2 tipe yang dilihat dari material utamanya, yakni yang terbuat dari beling dan dari kristal. Dari kedua jenis ini tidak banyak pengaruhnya terhadap wine, hanya saja gelas kristal terasa lebih berkelas. “Bedanya kalau gelas dari kristal, suaranya agak tertahan. Sedangkan untuk gelas dari beling biasanya berbunyi ‘ting’ ketika diketuk-ketuk,” ujar Ismail.

Kedua jenis gelas tersebut juga harus diperhatikan dalam hal proses pembersihannya. Hal ini sangat berpengaruh pada rasa dan aroma wine nantinya. Bram menjelaskan, untuk membersihkan gelas wine, cukup dengan air panas yang mengalir dari tub/keran, atau bisa juga menggunakan air hangat. Sedangkan untuk gelas wine yang berbahan Kristal harus menghindari air yang terlalu panas. “Untuk gelas wine yang dibuat dari kristal jangan menggunakan air yang terlalu panas karena bisa pecah,” ujar Bram.

Di samping itu, sangat tidak disarankan untuk mencuci gelas wine menggunakan sabun cair. Jika tidak bersih saat mengeringkannya, maka sisa sabun akan tertinggal dan ketika digunakan akan mempengaruhi wine yang akan diminum. “Untuk mengeringkannya harus dengan lap yang bersih dan kering. Hindari juga menggunakan kain yang agak basah karena akan meninggalkan bau, seperti demek di dalam glass,” pungkas Bram.