Bukan Hanya Sekedar Hobi
Friday, 10-Oct-14 09:12:22 WIB

Suatu hari pada saat acara charity Association of Cullinary Professional (ACP) di Cibubur, kami menemukan suatu pemandangan yang cukup unik di kalangan para anggota ACP. Beberapa chef tampak asyik mengambil gambar dengan kamera pocket-nya, bahkan ada pula yang sedang asyik berdiskusi mengenai teknik penggunaan kamera DSLR. Saat ditanya, bagi mereka pemilihan kamera tergantung pada pribadi masing-masing. Ada yang beralasan kamera pocket lebih ringan dan praktis, dan ada beberapa diantaranya yang lebih menyukai kamera DSLR karena membutuhkan kualitas gambar yang lebih tajam. Berikut beberapa komentar dari mereka mengenai penggunaan kamera di kalangan pekerja kuliner profesional.


Vindex Tengker
Executive Chef Hotel Dharmawangsa
Camera : Canon 1100D

Awalnya, penggunaan kamera bagi chef Vindex yang merupakan juri Master Chef Indonesia ini lebih untuk mendokumentasikan menu-menu baru yang dia ciptakan, ataupun menu yang dihasilkan chef lain saat kompetisi yang dihadiri olehnya. Namun setelah beberapa kali menggunakan kamera barunya, fungsi awal kamera yang dimilikinya menjadi bertambah. Tidak hanya foto yang lebih bersifat kuliner, kini chef Vindex mulai mendokumentasikan berbagai hal yang menurutnya menarik. “Sekarang di saat saya keluar dan kebetulan membawa kamera, kalau melihat sesuatu yang menarik pasti saya jepret dan mungkin ini sudah menjadi hobi baru saya”, ungkapnya.

Walau saat ini masih hanya sekedar hobi, tetapi bagi chef Vindex fungsi kamera sangatlah dibutuhkan bagi seorang chef. “Keuntungannya adalah, apabila di saat kita punya restoran sendiri atau bekerja sendiri, akan lebih enak jika kita yang foto sendiri (menu makanan). Karena kita yang tahu angle, seleranya dimana, kita-lah chef-nya dan kita tahu bagian mana yang ingin ditonjolkan” ungkapya.

Stefu Santoso
Executive Chef AMUZ/Wakil Ketua ACP
Camera : Canon 500D

Keputusan untuk membeli kamera DSLR bagi chef Stefu, karena sang istri menyenangi kamera dan fotografi. Hal tersebut karena menurut Executive Chef AMUZ ini, penggunaan kamera pocket hasilnya tidak maksimal, apalagi saat momen penting ataupun berfoto di malam hari. “Akhirnya kami memutuskan untuk membeli kamera DSLR, hasilnya momen yang diambil lebih bagus dan kualitas gambarnya lebih baik. Apalagi bepergian karena harus mengikuti lomba ataupun diundang untuk acara-acara kompetisi dunia, alhasil saya jadi lebih sering menggunakannya.”, ungkapnya kepada FST.

Selama menggunakan kamera dan mempelajarinya secara otodidak, walau tidak terlalu menekuni tetapi wakil ketua ACP ini masih belum puas dengan lensa standar (Canon 18 – 55 mm) yang dimilikinya, “Karena pengalaman saya saat kompetisi Bocuse d’Or di Shanghai, saya kesulitan mengambil gambar di tengah keramaian orang. Untuk itu, saya berpikir sepertinya saya harus memiliki lensa yang berukuran panjang, ungkapnya. Tetapi hal tersebut ternyata baru rencana, “Mungkin saya baru rencana saja, karena lensa tersebut pastinya mahal dan bahkan lebih mahal dari body kameranya”, ungkapnya sambil tertawa.

Timmotius A.R,M
Dosen STP Trisakti/Divisi Membership ACP
Camera : Canon40D

Sama halnya dengan yang lain, bapak Timmotius atau yang lebih akrab dipanggil dengan pak Temmy dalam mengabadikan momen pentingnya, dulunya hanya menggunakan kamera pocket, namun hasilnya tidak terlalu maksimal. Hingga akhirnya, beliau dianjurkan oleh temannya dan memutuskan untuk membeli kamera DSLR Canon 40 D (pada tahun 2009). Tidak tanggung-tanggung, dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti ini membeli seperangkat kamera lengkap dengan vertical grip, UV filter Hoya, lensa tambahan (55 – 250 mm) dan tidak lupa tas khusus kamera beserta ranselnya. “Bahkan saya berencana beli lensa fix macro 50 mm, rencananya ingin mendalami teknik fotografi makanan”, ungkapnya.

Walau mengaku hanya sekedar asal jepret, tetapi minatnya akan kamera cukup besar dan ingin belajar lebih dalam. “Baru tahu kalau di Financial Club mempunyai perkumpulan fotografi, rencananya saya mau coba – coba ikut hunting” ungkapnya. “Kalau di ingat-ingat, dulu bawa kamera ini beratnya setengah mati, tetapi sekarang kalau tidak bawa kamera kayaknya ada yang kurang” tambahnya sambil tertawa.

Ahmad Taufik
Executive Chef Bob Bistro/Divisi Media & Komunikasi ACP
Camera : Nikon D3000

Berbeda dengan yang lain, chef Taufik lebih memilih Nikon D3000 yang sudah menemaninya di beberapa event sejak 2008. Semenjak kuliah, chef Taufik ternyata memang sudah hobi fotografi dan belajar kepada temannya yang pernah kursus dengan Darwis Triadi. “Dulu terkadang suka hunting ke beberapa daerah terutama Jogja, dan lebih sering ke arah street photography”, ungkapnya.
Hingga kini kegunaan kamera pun semakin berkembang seiring dirinya mulai fokus di dunia kuliner. “Awalnya tidak terpikirkan untuk makanan, di saat ada tanggung jawab untuk harus bisa, alhasil mulai mencoba mendalami. Menurut saya sebaiknya chef memang harus punya, baik itu pocket ataupun DSLR, karena kita harus mendokumentasikan hasil karya kita (masakan) ataupun momen lainnya. Dengan bukti foto, kita jadi bisa melihat kekurangan masakan kita dimana, dan dikemudian harinya bisa dengan mudah diperbaiki”, ungkapnya.


Budi Kurniawan
Executive Chef Munchies/Ketua YCCI Jakarta
Camera : Canon Powershot S 5 IS

Lain lagi dengan chef Budi Kurniawan, ia lebih memilih kamera Canon Powershot S 5 IS yang dia beli di Singapura pada tahun 2008 lalu. “Tadinya ingin beli DSLR, hanya saja masih terlalu mahal dan barangnya pun cukup berat, ingin beli kamera pocket tetapi hasilnya tidak maksimal. Alhasil cukup membeli Canon Powershot S 5 IS yang cukup ringan dan harganya lumayan terjangkau”, ungkap Executive Chef Munchies Resto ini. Penggunaan kamera bagi chef Budi sama halnya dengan chef Stevu, ketua YCCI ini terkadang hanya membawa kameranya saat momen-momen penting saja. “Awalnya membeli kamera banyak momen yang mesti diabadikan, apalagi sering mengikuti kompetisi banyak menu yang baru untuk menambah pengalaman untuk menciptakan ide baru menciptakan menu masakan baru”, ungkapnya. Saat ditanya kenapa memilih Canon, “Memilih Canon karena sesuai dengan budget dan banyak rekomendasi dari teman-teman bahwa Canon bagus dan banyak yang pakai”, jawabnya. (FL)