INTERFOOD INDONESIA 2014
Friday, 26-Dec-14 09:20:35 WIB

Kristamedia Exhibition kembali mendulang kesuksesan di gelaran ke-14 Interfood Indonesia. Pameran Interfood Indonesia 2014 mengumpulkan lebih dari 700 ekshibitor dari perusahaan makanan dan minuman, perusahaan teknologi pangan, perusahaan bahan baku makanan, perusahaan bahan aditif, perusahaan bahan mentah, hingga perusahaan equipment dapur di Indonesia maupun mancanegara. Pameran yang berlangsung pada tanggal 12-15 November 2014 ini digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Interfood 2014 diselenggarakan bersamaan dengan Agri Indo 2104. Tahun ini merupakan tahun ke – 6 diselenggarakannya pameran yang menampilkan teknologi dalam bidang pertanian, peralatan dan mesin pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, kopi , teh dan kakao tersebut. Selain itu, Interfood Indonesia juga diselenggarakan bersamaan dengan Indo Sign & LED Expo 2014, pameran ke – 4 yang menampilkan teknologi dalam bidang digital signage dan industri LED.

Suasana pameran yang bertempat di Hall A, C, dan D JIExpo tersebut cukup padat mengingat jumlah ekshibitor Interfood Indonesia yang lebih banyak. Tak tanggung-tanggung, jumlah ekshibitor Interfood tahun ini mencapai dua kali lipat jumlah ekshibitor Interfood Indonesia di tahun lalu. Dengan jumlah ekshibitor baru baik dari dalam maupun luar negeri yang meningkat pesat, pihak Kristamedia mengklaim pameran ini berhasil mendatangkan pengunjung yang lebih banyak daripada tahun lalu, yaitu mencapai jumlah 40.000 pengunjung.

“Menurut saya, pameran ini sangat ramai pengunjungnya. Kami pasti kembali lagi tahun depan,” kata Gen Lin dari Komafil Singapura.

Tak hanya sekedar pameran, di Interfood Indonesia 2014 dihadirkan pula berbagai seminar. Seminar dengan tema-tema menarik seperti “Coffee Education (Cupping and Manual Brewing)” dari AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia), “How to Open a Coffee House that Actually Makes Money” dari Java Qahwa Coffee, “Peluang Emas Bisnis Kuliner Indonesia” oleh Asosiasi Franchise Indonesia, dan seminar-seminar menarik lainnya diadakan dengan tujuan mengedukasi pengunjung dan meramaikan perhelatan Interfood Indonesia 2014 ini.

Selain itu, diadakan berbagai cooking demo selama empat hari berturut-turut. Berbagai nama besar di dunia kuliner seperti Henry Alexie Bloem, Vindex Tengker, Juna Rorimpandey, Degan, hingga Yongki Gunawan turut memeriahkan acara tersebut. Berbagai jenis makanan yang disajikan mulai dari makanan fusion Asia dan Western ala Vindex Tengker hingga makanan tradisional Indonesia karya Juna Rorimpandey dan Henry Bloem memukau para penonton. Tak hanya cooking demo, baking demo juga mempesona para pengunjung dengan keterampilan para bakers kelas atas Indonesia. Demo dari Achen Cendanawati (Ny. Liem), Ucu Sawitri (Karya Anugerah Jaya), serta demo Wedding Cake dari Asosiasi Bakery Indonesia ini dibawakan dengan edukatif, namun tetap menarik.

AEKI turut memeriahkan perhelatan Interfood Indonesia 2014 ini dengan Brewing Competition-nya. Brewing Competition ini diadakan selama empat hari mulai dari tanggal 12-15 November 2014 sesuai dengan jadwal pameran Interfood Indonesia 2014. Peralatan yang digunakan pada kompetisi ini adalah V60 manual brewer.

Dari 21 peserta yang mengikuti kompetisi manual brewing ini, terpilihlah 3 orang pemenang. Juara 1 diraih oleh Victor Setiawan Soesanto (La Tazza Coffee) dengan hadiah uang sebesar 3 juta rupiah, sertifikat, piala, dan plakat. Juara 2 diraih oleh Muhammad Aga (Tanamera Coffee) dengan hadiah uang sebesar 1,5 juta rupiah, sertifikat, piala, dan plakat. Yang terakhir, juara 3 diraih oleh Ryan Wibawa (Starbucks Coffee) dengan hadiah uang sebesar 1 juta rupiah, sertifikat, piala, dan plakat.

ICA (Indonesian Chef Association) juga tak mau kalah dalam menyelenggarakan kompetisi masak. Selain atraktif dan menghibur, Jakarta Culinary Challenge yang diselenggarakannya juga membawa misi pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia. Kompetisi live cooking yang mengangkat garis besar tema masakan Nusantara ini berlangsung selama empat hari. Tak hanya kompetisi live cooking, ada pula kompetisi fruit dan vegetable carving di acara tersebut.

Kesuksesan INTERFOOD INDONESIA 2014 tidak lepas dari dukungan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Ministry of Cooperatives & Small & Medium Enterprise (KJBU), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesian Chef Association (ICA), Badan Pengawas Obat & Makanan Republik Indonesia (BPOM), Akademi Gastronomi Indonesia, Asosiasi Bakery Indonesia, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Indonesia Association of Exhibition & Convention Organizers, serta asosiasi terkait lainnya. (DSV)