5 Tangga untuk Pelatih
Tuesday, 17-Feb-15 09:01:37 WIB

Tak ada yang lebih baik dari Anda untuk menyampaikan materi teknis kepada bawahan maupun kolega. Seorang penyelia/ manajer wajib memiliki keterampilan menyampaikan informasi secara efektif untuk kepentingan briefing, training ataupun meeting.

Pelatihan (training) diperlukan bagi penyelia untuk membawa perubahan keterampilan, menambah pengetahuan, memantapkan diri sebagai pembuat keputusan, mengubah perilaku dan memenuhi kebutuhan tujuan organisasi atau perusahaan.

Seorang penyelia harus bisa melatih karena program melatih pelatih (train the trainer) akan mampu menggali sumber daya manusia yang ada menjadi tenaga yang lebih menghasilkan. Pada akhirnya tentu saja akan membantu perusahaan dalam menciptakan efisiensi bekerja dan meningkatkan produktivitas.

Dalam praktiknya kerap dijumpai kekeliruan antara mengajar dan melatih. Mengajar adalah memberikan pengetahuan dari pengajar kepada yang diajar; sedangkan melatih memberikan kesempatan kepada yang dilatih untuk mendapatkan pengetahuan dan mempraktikkannya. Melatih lebih banyak menerapkan visualisasi di samping komunikasi gerak, sedangkan mengajar lebih menekankan komunikasi satu arah saja.

Sebagai penyelia, pemimpin maupun manajer sebenarnya telah memiliki potensi sebagai pelatih. Hanya saja beberapa orang belum bisa menggunakan atau memanfaatkan potensi ini. Untuk menggali potensi ini dapat menggunakan metode 5 Tangga (5 T), antara lain adalah mempraktikkan kemampuan Anda membuat pelatihan, membuat pelatihan kecil-kecilan, melatih diri melalui briefing, membuat catatan dari setiap kejadian dan lakukan dari tugas sehari-hari.

Dalam menyelenggarakan pelatihan perlu diperhatikan pula bahwa setiap peserta tidak mempunyai daya pikir atau imajinasi yang sama. Untuk memenuhi target tersebut maka Anda perlu banyak pengetahuan dan keahlian berkomunikasi. Untuk melakukan itu dengan baik, Anda harus rajin membaca dengan suara nyaring. Kemudian lanjutkan dengan metode sharing, praktik dan learning by doing.

Untuk membuat sebuah program pelatihan, Anda perlu mendapatkan masukan dari berbagai pihak, terutama bagian/departemen terkait. Sedapat mungkin Anda juga melihat di lapangan, apa saja yang kurang sebagai perbaikan di tempat Anda bekerja. Selanjutnya, buatlah analisa dari masukan dan pengamatan Anda di lapangan, sehingga mendapatkan input. Buatlah desain pelatihan yang aplikatif dan mudah diikuti peserta pelatihan. Hal ini berkaitan dengan bahasa, contoh, metode, jumlah peserta dan target.

Pada implementasinya, Anda harus mengembangkan rencana pelatihan agar hasilnya optimal. Komunikasikan rencana pelatihan Anda dengan pihak-pihak terkait dan siapkan pula undangan. Pastikan Anda mempersiapkan diri dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.

Tulislah dengan jelas target yang ingin dicapai berikut pula ukuran objektif untuk bisa mencapai target. Jelaskan bagaimana pelatihan akan disampaikan dan buatlah daftar pelatihan yang akan dilaksanakan. Mempersiapkan pelajaran adalah bagian terpenting dalam penyelenggaraan pelatihan. Sebagai pelatih, Anda bebas menentukan topik dan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Anda juga harus menguasai topik yang akan disampaikan.

Melihat, mendengar dan menyentuh adalah hal yang paling sering digunakan dalam belajar. Namun lain halnya di bidang F&B, karena mencium dan merasakan justru lebih sering diaplikasikan.

Ada beberapa cara melatih peserta untuk mengulang pelajaran. Anda bisa meminta peserta untuk mengulang pelajaran yang telah diberikan secara lisan, meminta peserta untuk mendemostrasikan pelajaran dan meminta peserta meniru/ memperagakan yang sedang disampaikan pelatih.

Setelah pelatihan terlaksana, pastikan peserta/ staf yang bersangkutan melaksanakan dan menerapkannya di pekerjaan sehari-hari. Kata kunci melaksanakan pelatihan adalah bekerja dan sumber daya manusia.

Seorang penyelia bertanggung jawab menyiapkan dan memeriksa pekerjaan bawahan melalui tiga tahapan, yakni mengatur pekerjaan di area kerja, memastikan kualitas terjaga dan memonitor pekerjaan selama proses pengerjaan dan mengevaluasi.

Peserta pelatihan harus mempunyai kemampuan dan kemauan belajar. Pelatih yang akomodatif dengan peserta yang mau belajar akan lebih berhasil ketimbang pelatih yang baik dengan peserta yang tidak mau belajar.

Adalah tanggung jawab pelatih menggunakan segala cara untuk memotivasi peserta. Ketertarikan dapat memotivasi peserta, mereka merasa diberi semangat oleh dorongan dan keinginan. Pujian dan penghargaan lebih baik daripada ejekan dan hukuman.

Terakhir adalah membuat evaluasi sesuai format yang telah disiapkan, apakah program pelatihan Anda masih perlu ditingkatkan.